Selasa, 01 Maret 2022

Budidaya Krisan Potong

 


Pembibitan. Pembibitan krisan pada skala komersial dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengadaan stok tanaman induk dan perbanyakan tanaman induk secara vegetatif. Tanaman induk yang baik harus memenuhi persyaratan berikut.

a. Varietas atau kultivar komersial yang laku di pasaran.
b. Daya tumbuh (vigor) tanaman kuat.
c. Pertumbuhan normal, subur dan dominan fase vegetatif.
d. Bebas dari OPT.
e. Mudah diperbanyak secara vegetatif, terutama stek atau kultur jaringan.

Stok tanaman induk untuk sumber bibit ditanam di dalam rumah plastik atau rumah kaca. Pemeliharaan tanaman induk dilakukan intensif dan dalam kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 2-4 jam per hari mulai pukul 22.00 atau 23.00. Penanganan sebelum pembibitan diantaranya adalah :

  1. Pemangkasan Pucuk (Pinching) dilakukan pada umur dua minggu setelah calon tanaman induk ditanam. Tujuan pemangkasan adalah merangsang pertumbuhan tunas atau calon percabangan.
  2. Penumbuhan Cabang Primer. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas dan disebut cabang primer.
  3. Penumbuhan Cabang Sekunder. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0,5-1 cm. Tiap cabang sekunder dipelihara hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.
  4. Pengambilan stek pucuk untuk calon benih dilakukan pada tunas yang tumbuh dari cabang sekunder.
  5. Penyetekan dilakukan pada cabang yang telah mencapai panjang 10-15 cm tiap dua- tiga minggu sekali. Penyetekan dihentikan bila tanaman induk menunjukkan gejala pertumbuhan fase generatif atau kuncup bunga.

Teknik Penyemaian Bibit. Tunas pucuk dipilih dengan kriteria tumbuh sehat, diameter pangkal tunas antara 3-3,5 mm, panjang tunas 5 cm, mempunyai tiga helai daun dewasa berwarna hijau terang.

Stek pucuk dapat langsung disemai atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu 40C dengan kelembaban 30% agar tahan segar selama tiga minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tissu, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek, dan selanjutnya disusun rapi di rak-rak lemari pendingin. Pemberian ZPT perangsang akar dilakukan dengan cara dioleskan pada pangkal stek pucuk.

Stek pucuk disemaikan pada bak pesemaian dengan jarak semai 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1- 2 cm. Sungkup plastik yang tembus cahaya dipasang pada seluruh permukaan bak pesemaian. Air disemprotkan dengan sprayer 2 – 3 hari sekali pada medium semai agar lingkungan pesemaian tetap lembab. Bola lampu penerangan pada malam hari dipasang untuk mempertahankan pertumbuhan vegetatif. Penyemprotan fungisida dilakukan bila ditemukan serangan cendawan.

Penanaman dan Pemeliharaan

Persiapan Lahan. Tanaman krisan dapat ditanam di rumah plastik atau rumah kaca dengan lahan dalam bentuk bedengan, atau ditanam di pot. Budidaya krisan juga dapat dilakukan di lahan terbuka. Kegiatan budi daya krisan di kebun terbuka prinsipnya sama dengan di rumah plastik atau rumah kaca, namun varietas krisan yang dipilih yang berhari netral dan pada waktu pembungaan, bunga hanya dikerudungi dengan kantong plastik transparan pada tiap tangkai bunga. Namum budidaya krisan di lahan terbuka ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan mengingat kualitas bunganya yang bisa merosot tajam.

Persiapan Media Tumbuh. Sistem bedengan. Tanah diolah hingga gembur dan dipersiapkan dalam bentuk bedengan. Tata cara penyiapan lahan adalah dengan tahap-tahap sebagai berikut.

  1. Tanah diolah dengan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur.
  2. Tanah dikeringanginkan selama 15 hari agar gas-gas beracun dalam tanah menguap.
  3. Tanah digemburkan kedua kalinya sambil membentuk bedengan berukuran lebar 100-120 cm,tinggi 20-30 cm,panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, dan jarak antar bedengan 30 – 40 cm.
  4. Permukaan bedengan dirapikan dengan cangkul atau papan kayu hingga tampak rata.

Penanaman bibit krisan lebih baik adalah pada pagi atau sore hari, yaitu saat suhu udara tidak terlalu panas. Tata cara penanaman bibit krisan meliputi tahap-tahap sebagai berikut.

  1. Medium pesemaian disiram dengan air bersih hingga cukup basah.
  2. Bibit krisan satu persatu dicabut secara hati-hati agar tidak rusak akar-akarnya, kemudian ditampung dalam wadah atau keranjang plastik berdasarkan ukuran bibit atau varietas yang sama.
  3. Lubang tempat tanam dibuat dengan tugal mulai jarak 10 cm x 10 cm sampai 20 cm x 20 cm. Bila tersedia jaring penahan rebah tanaman, pasang terlebih dahulu jaring tersebut pada bedengan, kemudian ditengah-tengah mata jaring dibuat lubang tempat tanam.
  4. Insektisida sistemik diisikan sebanyak 6 – 10 butir tiap lubang, lalu lubang ditutup dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung insektisida untuk perlakuan bibit.
  5. Sebelum tanam batang stek dicelupkan dalam ZPT, lalu bibit krisan satu persatu ditanam pada lubang yang dipersiapkan sedalam 1-2 cm sambil secara perlahan memadatkan tanah dekat pangkal batang bibit.
  6. Seluruh permukaan tanah disiram air bersih hingga cukup basah.

Pemupukan. Pada saat persiapan lahan, pupuk kandang dan sekam disebarkan pada permukaan bedengan, kemudian dicampur dengan tanah lapisan atas hingga merata. Perbandingan tanah lapisan atas,sekam,dan pupuk kandang adalah 2 : 1 : 2. Seminggu sebelum tanam dapat dilakukan pemupukan dasar berupa campuran pupuk ZA 75 gram + TSP 75 gram + KCl 25 gram (3 : 3 : 1)/m2. Campuran pupuk tersebut diberikan merata pada tanah sambil diaduk-aduk atau melalui larikan di antara lubang tempat tanam. Setelah tanam, dilakukan pemupukan susulan :

  1. Waktu pemupukan dimulai pada umur satu bulan setelah tanam, kemudian diulang seminggu sekali selama sebulan, dan akhirnya sebulan sekali.
  2. Pupuk yang diberikan pada fase awal pertumbuhan adalah Urea 200 g + ZA 200 g + KNO3 100 g/m2 luas lahan. Pada fase generatif digunakan pupuk Urea 10 g + TSP 10 g + ZA 15 g + KNO3 25 g/m2 diberikan sebulan sekali. Untuk memacu pertumbuhan dan pembungaan yang prima selain diberi pupuk tersebut, dapat pula ditambahkan pupuk pelengkap cair (PPC).
  3. Cara pemberian pupuk buatan adalah dengan disebar dalam larikan atau lubang tugal di samping kiri atau kanan tanaman krisan. Selesai penebaran, pupuk harus ditutup dengan tanah tipis, lalu dilakukan penyiraman. PPC diberikan dengan cara disemprotkan melalui daun, jenis dan dosis pemberian disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Penyiraman

  1. Waktu penyiraman yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Penyiraman dilakukan satu- dua kali sehari atau tergantung keadaan medium tumbuh dan cuaca.
  2. Penyiraman dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah cukup basah.

Pengaturan Panjang Hari

Waktu pengaturan panjang hari dilakukan sejak bibit krisan ditanam sampai batas tertentu ketinggian tanaman yang diinginkan. Misalnya bila diinginkan bunga potong krisan bertangkai 70 cm, maka penambahan cahaya dilakukan sejak tanam sampai tanaman mencapai ketinggian 50-60 cm, kemudian lampu dimatikan. Total lama penambahan cahaya sejak bibit ditanam sampai periode menjelang fase generatif antara 4-6 minggu atau tergantung varietas krisan.

Cara penambahan panjang hari yaitu dengan pemberian cahaya lampu tengah malam selama lima menit lalu dimatikan selama satu menit, menyala lima menit dan mati satu menit. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL atau lampu pijar pada tengah malam, dimulai pukul 22.30 – 01.00 selama empat jam.

Pembuangan Titik Tumbuh

Tujuan pembuangan titik tumbuh adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru atau memperbanyak percabangan, dan membuang tunas-tunas yang tidak diinginkan. Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. Caranya dengan memotes ujung/pucuk tanaman sepanjang 5 cm.

 

Jumat, 30 Oktober 2020

Pentingnya Good Agricultural Practices (GAP) Pada Sayuran Salada

 


Salada (Lactuca sativa) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salada dapat di jadikan lalapan atau bahan campuran burger, salad, dan gado-gado. Salada tak hanya memiliki rasa yang menyegarkan, ternyata memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin A,vitamin K, zat besi, kalium, kalsium, serat, dan asam folat.

Salah satu lahan usaha sayuran salada terletak di Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Luas lahan budidaya salada yakni 0,4 ha, dengan ketinggian         796 m.dpl. Komoditas salada yang dibudidayakan di sini yakni jenis salada hijau keriting.

Kegiatan  pembibitan diawali dengan pesemaian. Tujuan dilakukan pesemaian ini yaitu untuk memperkuat dan memperkokoh biibit tanaman sayuran sebelum ditanam dilahan dan dapat menghitung kebutuhan  bibit  dalam setiap bedengan yang dibutuhkan. Wadah pesemaian  yang digunakan berupa tray pesemaian.

Tray pesemaian yang digunakan memiliki 2 ukuran yaitu dengan kapasitas 50  kotak dan 121 kotak. Media yang dipakai dalam pesemaian yakni bokashi dan arang sekam. Benih di sebar merata dalam setiap 1 kotak berisi 2 sampai 3 benih. Benih yang telah disebar merata pada media tanam  lalu ditutup menggunakan arang sekam dan disiram terlebih dahulu sebelum disusun pada rak pesemaian.

Kegiatan pemeliharaan selada keriting hijau yaitu dengan menyiram sebanyak 2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Pemberian pupuk dan pestisida serta penyiangan gulma. Aplikasi pestisda dilakukan apabila pada salada terserang Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). OPT yang bisa menyerang pada tanaman salada yakni Penyakit busuk lunak  (Soft Rot) yang disebabkan oleh bakteri  Erwinia carotovora.

Panen dilakukan setelah salada berumur 30-35 Hari Setelah Tanam (HST). Dengan luas 0,4 ha, panen dilakukan 2 hari sekali dengan total produktivitas dalam satu periode tanam adalah 2 ton, dengan harga Rp.5000,- per kilogram.

Kegiatan pascapanen yang dilakukan yaitu sortasi dan grading. Kegiatan sortasi yaitu membuang selada yang terdapat bercak hitam (Soft Rot). Kegiatan sortasi ini dilakukan agar selada yang akan dipasarkan mempunyai kualitas yang baik tanpa adanya bercak hitam (Soft Rot). Kegiatan Grading yaitu mengelompokan salada yang mempunyai grade A (Super) dan grade B (biasa). Selada grade A (super) di pack menggunakan kotak container. Segmen utama untuk salada keriting hijau berkualitas super yaitu untuk dikirim ke restoran. Sedangkan selada grade B (biasa) di pack menggunakan plastik dan dikirim ke pasar tradisional.

Pelaku lahan usaha salada berinisiatif untuk melakukan registrasi lahan usaha agar mendapatkan Surat Keterangan Registrasi agar produk salada yang dihasilkan dapat menembus pasar yang lebih baik yakni Supermarket dan  salah satu tujuannya untuk Airline Food atau sajian hidangan di maskapai penerbangan Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa salada merupakan salah satu sayuran daun yang rentan terhadap residu pestisida. Pengunaan pestisida di kalangan petani sayuran seolah menjadi wajib, baik ada Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau tidak, karena ketakutan mereka akan resiko gagal panen. Pola pikir (mindset) petani sayuran terutama salada untuk mengurangi pemakaian pestisida merupakan salah satu tantangan bagi petugas Penyuluh Pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya  Good Agricultural Practices (GAP) yang di dalamnya terdapat ruang lingkup tentang perlindungan tanaman.



Fakta di lapangan petani belum banyak memahami cara-cara bertani yang baik dan benar. Masih sedikit yang mengerti apa dan bagaimana Good Agricultural Practices, masih ada petani yang melakukan Pengendalian hama tidak mengikuti cara yang benar, penyimpanan pestisida dan pembuangan limbah dan kemasan bahan kimia yang tidak sesuai, serta penanganan pasca panen yang tidak higienis.

Kenapa perlu menerapkan GAP, yakni untuk menjadikan usaha tani menjadi inovatif dan kompetitif. GAP juga dapat memperbaiki hasil panen dan mutu produk. Implementasi GAP akan menuju ke pertanian yang ramah lingkungan.

Manfaat dari penerapan Good Agriculural Practices dari segi ekonomi adalah meningkatkan peluang akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk. Dengan pelaku usaha sayuran terutama salada mendapatkan sertifikasi GAP maka akan memperluas penjualan pada rantai supermarket, hotel, restoran, rumah sakit, food service, airline food dan banyak outlet lainnya.

 

Selasa, 08 Mei 2018

Budidaya Pepaya California


PENDAHULUAN

Pepaya california merupakan varietas pepaya baru yang kini digandrungi para petani karena menjanjikan keuntungan. Pepaya California memiliki keunggulan tersendiri, yang penting diperhatikan dalam menanam pepaya California adalah pemupukan. Setelah pohon pepaya besar, pemupukan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pohon pepaya California lebih pendek dari pohon pepaya kebanyakan. Paling tinggi mencapai dua meter. Pohon pepaya California sudah bisa dipanen setelah berumur 7 hingga 9 bulan. Pohonnya dapat berbuah hingga umur empat tahun. Dalam satu bulan bisa dipanen sampai empat kali. Sekali panen, setiap pohon pepaya California dapat menghasilkan 20 hingga 50 buah.
Budidaya menanam papaya di musim penghujan adalah hal yang tidak mudah dilakukan khususnya bagi pemula, akan tetapi bagi para senior petani pepaya kendala tersebut bisa diatasi. Berkebun papaya itu gampang ternyata sulit, dibilang sulit ternyata banyak yang sukses. Dalam berkebun pepaya di area ladang tentunya tidak berdiri sendiri akan tetapi berdampingan dengan tanaman milik orang lain. Tingkat penentu kesehatan tanaman anda juga berpengaruh pada lingkungan, terutama dari hama atau penyakit pada pepaya tertular.
Keunggulan Buah Pepaya California
Buah pepaya memiliki banyak varian jenis, namun jenis yang paling unggul tentunya Pepaya California. Keunggulannya sebagai berikut :
  1. Ukuran buahnya tidak terlalu besar sehingga praktis untuk dikonsumsi dan trasportasi
  2. Jenis kulit yang cukup tebal dan berbentuk lonjong dengan tekstur daging buah yang tebal dan kenyal
  3. Mempunyai berat sekitar 0,8-2kg,
  4. Bentuk batangnya pendek, sehingga memudahkan kita untuk melakukan perawatan dan pemanenan
  5. Buah ketika matang berwarna kuning dan rasanya manis.
  6. Sering digunakan dalam acara-acara jamuan makan untuk acara tertentu

Langkah-langkah Menanam Pepaya California

Kondisi Iklim

Merupakan syarat mutlak dalam berbudidaya Pepaya California, karena usia dari buah pepaya ini lebih pendek dari jenis lainnya atau maksimal 4 tahun. Iklim yang cocok yaitu tumbuh di 700m dpl ( di atas permukaan laut), kelembapan tanah 6-7 pH dengan sushu udara 25 – 30 °C . Sebaiknya curah hujan sekitar 1000 – 2000 mm per tahun

Kondisi Lahan

Sebaiknya kondisi lahan terbuka yang memiliki sistem pengairan yang bagus. Bersihkan lahan dari rerumputan dan gulma. Untuk luasan lahan bisa menyesuaikan  bisa skala besar dengan luasan lahan besar atau bahkan skala kecil dengan luasan lahan kecil. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x50 cm. Jarak tanam yang dianjurkan 2,5×2,5 m. Persiapkan lubang tanam dan biarkan selama 15 hari sebelum ditanam.

Pembibitan

Bibit bisa dibeli pada lokasi pembudidaya bibit pepaya california. Apabila Anda ingin membibitkan sendiri, sipendik akan memberikan tutorial kepada Anda, bagaimana cara membuat bibit Pepaya California. Yang jelas Anda harus mempersiapkan benihnya. Perkembangbiakan buah pepaya california ini menggunakan cara generatif atau menggunakan biji.
Jika Anda ingin pembibitan secara manual, Anda bisa mengambil biji dari buah yang secara sengaja dibiarkan matang di pohon. Kemudian biji tersebut direndam di air, jika ada biji mengambang buang saja karena tidak layak tanam. Selanjutnya diperam di dalam kertas koran yang sebelumnya dibuat lembab lalu simpan di tempat yang teduh sampai tumbuh tunas dan pindah polybag yang dikasih media tanam tanah lalu dicampur pupuk kandang.

Proses Menanam

Sehari sebelum tanam, lakukan pengairan pada lahan terlebih dahulu. Hati – hati dalam memindahkan bibit pepaya california dari polybag ke lubang tanam, sebabnya tanah pada polybag harus tetap utuh dan tidak boleh hancur, sehingga bibit tidak layu bahkan mati. Selanjutnya tutup lubang tanam memakai pupuk kandang / kompos. Bibit yang telah siap tanam berumur 5 bulan. Proses penanamannya dilakukan ketika sore hari.

Pemeliharaan atau Perawatan

Apabila ada bibit yang mati atau cacat sebaiknya segera diganti dengan bibit yang lain (disulam), karena bisa menyebabkan penyakit / hama. Sebagai langkah antisipasi, Anda harus memiliki bibit cadangan. Yang menjadi fokus perawatan adalah pengairan dan pemupukan. Untuk pengairan sebaiknya dibuatkan saluran irigasi / parit disekitar lubang tanam untuk menghindari air yang menggenang, karena batang bisa membusuk.
Untuk pemupukan dilakukan saat penanaman dengan pupuk kandang atau kompos. Seminggu setelah tanam menggunakan pupuk NPK sebanyak 200 gram /pohon. Kalau memasuki usia 3 bulan berikan pupuk NPK 300 gram /pohon. Usia 6, 9, dan 12 bulan pupuk NPK 500 gram ditambah pupuk kandang 40 kg /pohon. Setelah tumbuhan berbuah bisa diberikan pupuk KCI supaya daya tahan lebih kuat dan buahnya lebih manis

Hama dan Penyakit

Beberapa macam hama yang biasa menyerang buah Pepaya California antara lain hama kutu putih, untuk pengendaliannya bisa dengan menyemprotkan Regent, Bestox, Pestisida Akothion secara bergantian. Kemudian ada Aphid dan juga tungau, biasanya hama ini menyerang dengan cara menghisap semua cairan yang ada pada daun muda, untuk pengendaliannya dengan disemprotkan pestisida curacron, mesurol dan akarisida.
Ada pula penyakit yang cukup ditakuti yaitu Phytphora Parasitica, Palmivora, Collectricum dan Pythium. Penyakit ini menyerang daun, akar, batang hingga buah, biasanya terjadi pada musim penghujan. Cara pengendaliannya bisa dilakukan melalui penyemprotan larutan fungisida yang dicampur dengan air sebanyak 1 liter. Lakukan kegiatan tersebut hingga sembuh.

Panen dan Pascapanen

Buah pepaya california dipanen ketika terlihat tanda-tanda matang yaitu terlihat ada semburat berwarna kuning dibagian buah pepaya yang sering terlihat di ujung buah. Panen sebaiknya dilakukan dengan cara memotong bagian tangkai yang menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam. Dengan periode waktu 10 hari sekali. Buah pepaya yang telah dipanen, sebaiknya di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langusng dan diberi alas misalnya plastik.

PENUTUP
Pepaya california merupakan varietas pepaya baru yang kini digandrungi para petani karena menjanjikan keuntungan. Budidaya menanam papaya di musim penghujan adalah hal yang tidak mudah dilakukan khususnya bagi pemula, akan tetapi bagi para senior petani pepaya kendala tersebut bisa diatasi. Buah pepaya california dipanen ketika terlihat tanda-tanda matang yaitu terlihat ada semburat berwarna kuning dibagian buah pepaya yang sering terlihat di ujung buah. Panen sebaiknya dilakukan dengan cara memotong bagian tangkai yang menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam. Dengan periode waktu 10 hari sekali.

DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 03 April 2018

Budidaya Tanaman Cabai


RINGKASAN
Salah satu masalah dalam peningkatan produksi dan kualitas mutu cabai adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang terjadi mulai dari pesemaian sampai pasca panen. Salah satu cara menanam cabe adalah memilih bibit yang bagus. Pilihlah bibit cabe yang berkualitas yang bisa Anda dapatkan pada penjual bibit-bibit tanaman yang sudah terpercaya. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Perawatan tanaman adalah salah satu hal yang sangat penting dalam teknik budidaya cabe. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan juga pengendalian hama serta penyakit. Jika tanaman cabe sudah berbuah dan cukup masak, segera petik buah tersebut pada pagi hari. Buah cabe yang bagus untuk dipanen adalah buah yang tidak terlalu muda tapi juga tidak terlalu matang.

PENDAHULUAN

Cabai (Capsicum Annum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara‐negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Salah satu masalah dalam peningkatan produksi dan kualitas mutu cabe adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang terjadi mulai dari pesemaian sampai pasca panen. Diantara OPT utama yang sering menimbulkan kerugian pada usahatani cabe adalah serangan penyakit dengan pathogen/ penyebabnya dari golongan virus. Serangan penyakit virus kuning pada tanaman cabai telah menimbulkan kerugian besar bagi petani di daerah-daerah sentra cabe di Pulau Sumatera dan Jawa dalam 5 tahun terakhir ini, karena akibat serangan geminivirus tersebut menurunkan produksi cabe hingga jauh dari produksi normal, yang kemudian berdampak melonjaknya harga cabe di pasaran.
Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan.
Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun.
Penyiapan Lahan
Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 – 23 hari (berdaun 2 – 4 helai). Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).
Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah :
Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh.
Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung ataupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit. Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat. Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air.
Persiapan Lahan
Dalam teknik budidaya cabe, hal yang cukup penting adalah mempersiapkan lahan. Dalam hal ini Anda harus menyediakan sebidang tanah yang sudah dibuat bedengan. Bedengan adalah lahan yang sudah dibentuk seperti gundukan memanjang sebagai tempat menanam cabe. Tanah harus sudah diolah, yaitu digemburkan, diberi air dan pupuk agar tanah bisa menjadi tempat tumbuh yang baik. Setelah itu lapisi bedengan dengan plastik khusus yang kemudian dilubangi sebagai tempat menanam benih cabe. Jarak antara satu cabe dengan yang lain adalah sekitar 50-70 cm.
Persiapan Bibit
Salah satu cara menanam cabe adalah memilih bibit yang bagus. Pilihlah bibit cabe yang berkualitas yang bisa Anda dapatkan pada penjual bibit-bibit tanaman yang sudah terpercaya. Anda juga bisa memperoleh bibit cabe dengan cara mengambil biji dari cabe itu sendiri. Letakkan biji cabe tersebut pada sebuah polybag yang sudah diisi campuran tanah dan pupuk kandang (satu polybag berisi satu biji cabe). Siram dengan air sedikit saja agar tanah tetap basah dan lembab. Setelah sekitar 20-30 hari, bibit cabe akan muncul dan siap dipindahkan ke bedengan yang sudah disipakan sebelumnya.
Penanaman
Salah satu teknik budidaya cabe meliputi cara penanamannya. Pilihlah bibit cabe yang sehat dengan ciri-ciri berbatang kuat dan memiliki daun sebanyak kira-kira 6 helai. Lepas plastik polybag dan pindahkan bibit tersebut pada bedengan saat matahari tidak terlalu terik (lebih baik pagi atau sore). Bila bibit cabe sudah dipindahkan dalam lahan yang lebih luas, segera beri pupuk dan air secukupnya.
Perawatan
Perawatan tanaman adalah salah satu hal yang sangat penting dalam teknik budidaya cabe. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan juga pengendalian hama serta penyakit. Penyiraman bisa dilakukan sekali dalam sehari untuk menjaga tanah tidak kering, sedangkan pemupukan dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Untuk hama, Anda bisa menggunakan obat atau pestisida yang bisa dibeli di toko-toko kimia.
Panen
Jika tanaman cabe sudah berbuah dan cukup masak, segera petik buah tersebut pada pagi hari. Buah cabe yang bagus untuk dipanen adalah buah yang tidak terlalu muda tapi juga tidak terlalu matang. Sesudah dipetik, segera simpan cabe-cabe tersebut di tempat yang kering dan sejuk. Itulah beberapa cara sederhana dalam teknik budidaya cabe. Cukup mudah dilakukan dan Anda bisa mendapat hasil produksi yang memuaskan.

PENUTUP
Cabai (Capsicum Annum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Jika tanaman cabe sudah berbuah dan cukup masak, segera petik buah tersebut pada pagi hari. Sesudah dipetik, segera simpan cabe-cabe tersebut di tempat yang kering dan sejuk. Itulah beberapa cara sederhana dalam teknik budidaya cabe. Cukup mudah dilakukan dan Anda bisa mendapat hasil produksi yang memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA
http://penyuluhthl.wordpress.com
Sunarjono, H. 2004. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Senin, 03 Juli 2017

LIMBAH KERTAS SEBAGAI MEDIA TANAM


Latar Belakang
 
Perkembangan zaman akan beriringan dengan penambahan jumlah populasi  manusia, sehingga dengan demikian akan mempersempit lahan pertanian sebagai sumber bahan pangan dunia, selain menimbulkan dampak terhadap penyempitan lahan juga menjadikan harga sayur-sayuran menjadi mahal.Oleh karena itu kita harus memanfaatkan alat yang sekira nya menunjang jumlah populasi tanaman.Alat itu ialah Kertas bekas.Sebaiknya mulai sekarang Anda tidak membuang kertas bekas karena benda yang dinilai sebagai sampah tersebut masih bermanfaat. Salah satunya bisa menjadi media pengganti tanah untuk bertanam khususnya tanaman hias.

Karena media kertas mengandung bahan kimia yang cukup berbahaya bagi tubuh manusia, limbah kertas sebaiknya hanya digunakan untuk menanam tanaman yang tidak dapat dikonsumsi. Selain mudah cara pembuatannya cara ini juga nilai sangat efektif untuk jenis tanaman hias dalam ruangan karena tidak menimbulkan debu dan kotor.

Kandungan kertas dan fungsi nya untuk tanaman

- Kertas kosong yang tidak bergambar/tidak bertinta memiliki kandungan klor (cl)
- Kertas kosong yang bergambar/bertinta memiliki kandungan klor (cl) dan senyawa perak nitrat/merkuri.
- Manfaat klor bagi tanaman adalah berperan dalam pembentukan hormon tanaman dan dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi

Kelemahan Kertas Sebagai Media Tanam

- Hanya bisa digunakan untuk menanam tanaman hias
- Tidak dapat digunakan untuk menanam tanaman sayuran yang di konsumsi karena media kertas mengandung zat berbahaya bagi tubuh

Keuntungan Media Tanam Limbah Kertas

- Mudah dibuat
- Membantu mengurangi limbah kertas
- Untuk jenis tanaman hias dalam ruangan sangat efektif dan tidak menimbulkan debu

Cara Membuat Media Tanam limbah Kertas


- Alat dan bahan : limbah kertas 1 kg, air bersih 5 liter, blender, ember, Pot plastik, MOL
Proses pembuatan :
- Blender kertas menjadi bubur kertas dengan menambahkan air, kemudian disaring untuk dipisahkan dengan tintanya
- Kertas direbus untuk proses sterilisasi media dari bakteri pengganggu tumbuh tanaman
- Siapkan pot (disarankan pot plastik agar awet dan murah) lalu letakkan limbah kertas ke pot. Letakkan 2-3 benih tanaman atau bibit tanaman di tengah media tanam
- Berikan nutrisi secukupnya dengan MOL/pupuk kandang (karena media tanam kertas tidak tersedia nutrisi sehingga harus dibantu dengan nutrisi tambahan)