Senin, 08 Agustus 2016

Pembuatan Pestisida Nabati



Pestisida Nabati merupakan pestisida dengan bahan utama tumbuhan. Pembuatan pestisida nabati  dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana. Pestisida nabati terbuat dari bahan alami sehingga mudah terurai, aman bagi manusia dan ternak, tidak mencemari lingkungan serta residu mudah hilang. Pestisida nabati bersifat sementara artinya apabila disemprotkan akan membunuh hama pada saat itu dan setelah hamanya mati maka residu akan cepat hilang, sehingga penggunaan pestisida nabati dapat mengurangi kerusakan lingkungan.
Secara umum ada dua cara mudah untuk membuat membuat pestisida nabati yaitu perendaman untuk menghasilkan produk ekstrak dan penumbukan, pembakaran, pengerusan serta pengepresan untuk menghasilkan produk berupa pasta atau tepung. Kedua duanya memiliki kelebihan masing-masing. Namun demikian yang paling mudah untuk diterapkan adalah dengan cara ekstraksi. Macam – macam pestisida nabati/alami dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut :

1. Pestisida Nabati “Daun Pepaya”
Daun pepaya mengandung bahan aktif  “Papain”,  sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.
Cara Pembuatannya:
- 1 kg daun pepaya segar di rajang
-  Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air,  2 sendok makan minyak tanah,  30 gr detergen, diamkan semalam.
- Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
- Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.


2.  Pestisida Nabati  “Biji Jarak”
Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” ,  efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan),  Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).
Cara Pembuatannya:
- Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.
- Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.
- Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman.


3. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “
Daun sirsak mengandung bahan aktif  “Annonain dan Resin“.  Efektif untuk mengendalikan hama ” Thrips “
Cara Pembuatan :
- Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.
- Rendam dalam 5 liter air, + 15 gr detergen, aduk rata dan diamkan semalam.
- Saring dengan kain halus
- Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air
-  Siap disemprotkan ke tanaman.


4.  Pestisida Nabati ” Daun Sirsak  dan Jeringau “
Rimpang jeringau mengandung ” Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol “. Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng coklat “.
Cara Pembuatan:  Tumbuk  halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.
- Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.
- Saring dengan kain halus.
- Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air
- siap di semprotkan ke tanaman.


5.  Pestisida Nabati ” Pacar Cina “
Pacar Cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoin,  dan tanin.  Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “.
Cara Pembuatan:
- Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina, tambah 1 liter air, tambah 1 gr detergen  kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk  agar menjadi larutan.
- saring dengan  kain halus.
- siap disemprotkan ke tanaman.


6.  Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “
Daun tembakau mengandung  nikotin.  Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.
Cara Pembuatan :
- Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam.
- Tambahkan 2 sendok detergen, aduk merata kemudian disaring.
-  Siap disemprotkan ke tanaman.


7.  Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “
Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.
Cara Pembuatan:
- Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.
- Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.
- Saring dengan kain halus
- Siap disemprotkan ke tanaman.


8.  Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “
Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol.  Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Cara Pembuatan :
- Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.
- Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman.


9.  Pestisida Nabati ” Daun Mimba “
Daun mimba mengandung  Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol. Efektif  mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll.
Cara pembuatan
a. Dengan ” Biji Mimba “
- Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba
- rendam dalam 10 liter air semalam
- Aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman.
b. Dengan ” Daun Mimba “
- Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar.
- Rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata , saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman.
c. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus, kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau.
d. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter.  Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman.


10.  Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “
     Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin.  Efektif  untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.
Cara Pembuatan
- Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang
- Rendam dalam 1 liter air, 1gr deterjen , aduk rata dan biarkan 1 malam, kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman.

Srikaya

Nona Seberang
 
11.  Pestisida Nabati “  Daun Gamal “
Daun gamal mengandung Tanin.  Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida.  Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen.

12.  Pestisida  Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “.






       (Daun Mimba)                                                                (Umbi Gadung)

Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Cara Pembuatan :
- Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring  dan siap untuk di semprotkan ke tanaman.

13.  Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “
Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. Efektif untuk mengendalikan ulat.
Cara Pembuatan :
- Rendam serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air
- tambah 10 gr detergen, aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman.
Fungsi detergen dalam pembuatan pestisida nabati adalah sebagai perekat agar pestisida nabati dapat menempel pada permukaan daun tanaman saat diaplikasikan. Pestisida nabati dapat bertahan lama jika ditambah minyak tanah atau alkohol sebanyak 5 %, dapat bertahan selama kurang lebih 3 bulan.


DAFTAR PUSTAKA :
-          Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.2015, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat
-          Kartono.net, Media Informasi pertanian terkini dan modern


Senin, 13 Juni 2016

Pembuatan Silase



Ternak ruminansia membutuhkan pakan berupa hijauan dan konsentrat sebagai pakan penguat. Konsentrat selain untuk memperbaiki kandungan nutrisi dari pakan yang dihasilkan, juga berfungsi sebagai bahan pendukung dalam proses fermentasi. Hijauan pada waktu tertentu seperti pada musim kemarau tidak tersedia dilapangan, sebaliknya pada musim hujan hijauan cukup berlimpah. Ketersediaan hijauan yang berlebih pada musim hujan dapat dimanfaatkan untuk dibuat pakan silase sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan pakan saat musim kemarau sekaligus dapat mempertahankan kualitas asupan gizi untuk ternak.
Tujuan pembuatan silase:
1. Meningkatkan kualitas hijauan pakan ternak melalui peningkatan kualitas gizi dan daya cerna.
2. Meningkatkan daya tahan penyimpanan
3. Menanggulangi kebutuhan hijauan pakan pada saat musim tertentu.
4. Pemanfaatan hasil limbah pertanian, dan perkebunan.
Konsep teknologi silase yang dikembangkan selama ini masih bersifat silase tunggal (single silage) dan proses pembuatannya dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Dalam praktek di lapangan, silase ini cukup terkendala karena memerlukan tempat simpan (pemeraman) yang cukup vakum juga silase yang dihasilkan hanya memenuhi 30-40 persen kebutuhan nutrisi ternak.
Silase komplit merupakan campuran hijauan, limbah pertanian dan perkebunan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40-80 persen) yang dilakukan dengan semi aerob.
Keunggulan silase komplit adalah:
1. Lebih mudah dalam pembuatannya karena tidak memerlukan tempat pemeraman yang an-aerob, cukup dengan semi aerob.
2. Kandungan gizi yang dihasilkan juga lebih tinggi, dapat memenuhi 70-90% kebutuhan gizi ternak sapi
3. Memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) sehingga lebih disukai ternak (palatable).
CARA PEMBUATAN SILASE
A. SILASE KOMPLIT
Bahan:
Bahan yang digunakan terdiri dari 3 kelompok bahan yakni :
1. Kelompok bahan pakan hijauan, terdiri dari rumput, leguminosa serta limbah pertanian dan perkebunan.
2. Kelompok bahan pakan konsentrat, Kelompok bahan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi/bekatul, onggok (ampas tapioka), ampas sagu, ampas tahu dan lainlain.
3. Kelompok bahan pakan aditif, Bahan aditif disini dapat terdiri dari campuran urea, mineral, tetes dan lain-lain.
Rasio:
Rasio Hijauan : Konsentrat : aditif mengacu pada formula 7 : 2 : 1 atau 6 : 3 : 1 yang didasarkan pada persentase berat.
Cara Pembuatan:
1. Bahan aditif dicampur dengan konsentrat hingga merata.
2. Dicampurkan ke hijauan. Jika kondisi hijauan atau limbah petanian agak kering maka diperlukan tambahan air sehingga kadar air campuran mencapai 40%.
3. Masukkan bahan silase kedalam drum yang telah dilapisi plastik tebal.
4. Tutup dan tekan dengan kuat atau diinjak-injak agar udara didalam keluar.
5. Kemudian ikat plastik rapat-rapat, sehingga tidak ada udara masuk ke dalam, serta jangan sampai bocor. Tutup drum rapat-rapat dengan penutupnya.
6. Drum dieramkan dengan disimpan selama 3 minggu (21 hari).
7. Silase harus disimpan dalam kondisi tertutup dan dapat disimpan hingga
4 – 8 bulan

B. SILASE TUNGGAL
Bahan:

Salah satu dari jenis hijauan atau bahan tumbuhan lainnya seperti: rumput gajah, rumput lapang, daun pucuk tebu, daun kacang-kacangan, tongkol gandum dan jagung, batang nenas,jerami padi dll. Masing-masing untuk 100 kg hijauan dan aditif berupa tetes/molases 2,5 kg.

Cara Pembuatan:
1. Potong dengan ukuran kecil (3-5 cm).
2. Hijauan dilayukan dengan cara diangin anginkan kurang lebih semalaman (kandungan bahan kering 40-50%).
3. Hamparkan diatas plastik
4. Taburkan aditif tetes/molases dan aduk4. Masukkan ke dalam kantong plastik atau drum ditekan kuat-kuat sehingga tidak adalagi udara yang tersisa.
5. Tutup rapat dan jangan biarkan udara masuk kedalam wadah tersebut, kemudian diamkan selama 3 minggu.

Ciri - Ciri Silase Yang Baik :
1. Berwarna hijau kekuningan
2. pH 3,8—4,2
3. Tekstur lembut dan bila dikepal tidak keluar air dan bau
4. KA 60—70%
5. Baunya Wangi
PEMANENAN DAN PEMBERIAN SILASE
Pemanenan:
1. Setelah 3 minggu, silase dapat di buka dan diberikan kepada ternak sesuai dengan kebutuhan.
2. Silase hanya dapat dibuka 1 kali dalam 1 hari, dengan tujuan untuk menjaga kualitas silase (jika sering melakukan buka tutup, maka kualitas silase akan cepat rusak).
3. Sebelum diberikan kepada ternak, sebaiknya silase diangin-anginkan terlebih dahulu hingga bau asamnya hilang.
Pemberian:
Apabila sapi belum terbiasa makan silase, silase diberikan sedikit demi sedikit dengan cara dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Jika sudah terbiasa dapat seluruhnya diberikan silase sesuai dengan kebutuhan.
Ciri- Ciri Silase yang baik :
1.       Berbau harum agak manis khas fermentasi silase
2.       Tidak berjamur dan tidak menggumpal
3.       Tidak busuk atau berbau busuk
4.       Warna coklat kehijau-hijauan
5.       Nilai pH (derajat keasaman) 4-4,5.



Daftar Pustaka :
Didik, Y., 2010.   Pembuatan silase rumput dan Tebon Jagung.lembahgogoniti.com
Thomas, S., 2015.  Cara mudah membuat silase komplit.www.ilmuternak.com

Rabu, 04 Mei 2016

Tehnik Budidaya Cabe di GreenHouse



Syarat Iklim
Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga tidak heran para petani cabe menyebar di beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cianjur, sepanjang Pantura, Sleman, Magelang, Bantul, Malang, Probolinggo, Padang dan Palembang.
Persiapan Lahan
Pertama-tama lahan kebun yang akan digunakan digemburkan dan dibuat gundukan (bedengan) dengan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Adapun panjang bedengan mulai dari 10-20 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Agar kaya akan nutrisi, bedengan ditaburi pupuk kandang 200 kg/hektar. Diantara bedengan dibuat saluran pembuangan air berlebih sehingga tidak mengendap di bedengan yang dapat menyebabkan akar membusuk. Kemudian dibuat green house yang terbuat dari bambu dengan atap plastik ultraviolet (UV). Dengan cara ini , tanaman dijamin cukup terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional tanpa green house. Penggunaan plastik UV berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang lebih efektif pada daun, melindungi tanaman dari hujan dan menjaga kestabilan suhu udara di bawahnya.
Kemudian plastik mulsa diselimutkan diatas bedengan, lalu dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Jadi dalam 1 bedengan bisa dibuat 3 baris memanjang. Untuk melubangi plastik mulsa bisa menggunakan kaleng bekas diameter 10 cm yang telah di panaskan sehingga plastik gampang berlubang.


Bangunan Green House

Penyemaian
Sebelum cabe ditaman dalam bedengan, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray bisa menampung sekitar 100 benih cabe. Agar hasilnya bagus, sebelumnya benih di rendam dalam larutan enzim SolBi 3 tetes yang diencerkan dengan air sebanyak 200 ml mulai dari pukul 8 malam hingga pukul 7 pagi.
Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan spray kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun dan tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.
 

Tray persemaian

Penanaman dan Pemeliharaan
Sebelum di tanam, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut, melainkan cukup dengan merenggangkan tray sehingga perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Selanjutnya, bibit yang telah ditanam disiram 2 kali seminggu, agar kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Sedangkan untuk penyiangan gulma dilakukan 2 kali semasa tanam.
Sementara pupuk sintetis NPK Mutiara (warna biru) atau NPK Cantik (warna putih) diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertaman ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 ltr air.
SolBi merupakan enzim yang berfungsi menyeimbangkan kandungan unsur hara tanah, sehingga meski ditanam dalam jarak yang sangat rapat, akan tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang. Selain itu penambahan enzim yang dilakukan tiap sebulan sekali ini juga dapat memperpanjang masa tanam hingga mencapai 11 bulan dari normalnya 7 bulan.
Yang perlu diperhatikan adalah kelembaban kebun agar terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium dan patek/antraknosa yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Sedangkan untuk hama yang sering muncul adalah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida merek apa saja.

 
Tanaman sehat dengan jarak tanam 10 x 50 cm

Panen
Kriteria cabe yang siap panen, yakni dengan tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen perdana bisa dilakukan 2 bulan setelah tanam. Cara menanam cabe di green house ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa yang baru bisa di panen setelah empat bulan. Buah cabe di petik bersama tangkainya agar ketahanannya lebih lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabe tidak perlu di cuci karena dengan cari ini tampilan buah sangat bersih. Cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.
Dengan cara penanaman seperti di atas, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik sampai 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam freezer bisa tahan sampai 45 hari.





Daftar Pustaka :
Pelakuukm.blogspot.com, 2014.  Tehnik budidaya cabe di green house