Rabu, 23 Maret 2011

RAMUAN PESTISIDA NABATI



1) Untuk Mengendalikan Hama secara Umum Bahan:
- Daun Mimba : 8 kg
- Lengkuas : 6 kg
- Serai : 6 kg
- Diterjen/Sabun Colek : 20 kg
- Air : 80 liter

Cara Membuat:
- Daun mimba, lengkuas dan semi ditumbuk halus dicampur dengan diterjen/sabun colek lalu tambahkan 20 liter air diaduk sampai merata. Direndam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus. Larutan akhir encerkan dengan 60 liter air. Larutan tersebut disemprotkan pads tanaman untuk luasan 1 hektar.

2) Untuk Mengendalikan Hama Trips pada Cabai
Bahan

- Daun Sirsak 50 - 100 lembar
- Deterjen/Sabun Colek 15 gr.
- Air 5 liter.

Cara Membuat
- Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air.
- Direndam selama 24 jam, saying dengan kain halus.
- Setiap liter Iarutan dapat diencerkan dengan 10 - 15 liter air.
- Aplikasi dengan menyemprotkan larutan tersebut pada seluruh bagian tanaman yang ada hamanya.

3) Ramuan untuk Mengendalikan Hama Belalang dan Ulat.
Bahan
- Daun Sirsak 50 lembar
- Daun Tembakau satu genggam
- Deterjen/Sabun Colek 20 gr.
- Air 20 liter.

Cara membuat
- Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus. Tambahkan deterjen/sabun colek aduk
dengan 20 liter air, endapkan 24 jam.
- Disaring dengan kain halus dan diencerkan dengan 50 - 60 liter air, aplikasi dengan cara
disemprotkan.

4) Mengendalikan" Hama Wereng Coklat, Penggerek Batang dan Nematoda.
Bahan:
- Biji Mimba 50 gr.
- Alkohol 10 cc.
- Air 1 liter.

Cara membuat :
- Biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 10 cc alkohol, encerkan dengan 1 liter air,
endapkan selama 24 jam, wring dan dapat disemprotkan pada tanaman/serangga hama.

5) Ramuan untuk Mengendalikan Hama Tanaman Bawang Merah.
Bahan
- Daun Mimba 1 kg.
- Umbi Gadung Racun 2 buah.
- Deterjen/Sabun Colek sedikit.
- Air 20 liter.

Cara membuat
- Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk halus, ditambah deterjen/sabun colek aduk
dengan 20 liter air, endapkan 24 jam, saring dan dapat disemprotkan pads tanaman.
Bahan
- Limbah daun tembakau 200 kg.
Cara membuat
- Dihancurkan/ditumbuk dihaluskan, cara aplikasi tumbuhan dan tembakau ditaburkan
bersama pemupukan untuk 1 hektar. Limbah dan tembakau itu baik untuk
mengendalikan penyakit karena jamur, bakteri dan mematoda.

6) Ramuan untuk Mengendalikan Tikus.
Bahan
- Umbi Gadung Racun 1 kg.
- Dedak padi. 10 kg.
- Tepung ikan 1 ons.
- Kemiri sedikit.
- Air sedikit.

Cara membuat:
- Umbi dikupas, dihaluskan, semua bahan dicampurkan tambah air dibuat pelet. Sebarkan
pelet dipematang sawah tempat tikus bersarang.


Dikutip dari Tulisan
Ir. Koswara Wijaya

Kamis, 06 Januari 2011

ANALISA USAHA

Asumsi Usaha penggemukan domba
  • penggemukan per unit kandang berisi 20 ekor
  • masa penggemukan 60 hari (1 periode)
  • berat awal rata-rata 20 kg/ekor
  • berat akhir pemeliharaan rata-rata 35 kg/ekor dengan prosentase karkas 45% harga karkas (disembelih) Rp. 40.000,-,
  • harga jual hasil penggemukan Rp. 500.000,-/ekor
  • harga bibit/bakalan Rp. 250.000/ekor
  • umur ekonomis kandang dan peralatan selama 20 periode
  • harga kotoran (pupuk) bernilai Rp. 300.000/ periode pemeliharaan
1. BIAYA
Uraian
Jumlah
A. Biaya Investasi
1
Kandang
Rp. 4.500.000
2
Peralatan
Rp. 1.000.000
3
Sewa Lahan
Rp. 1.500.000
Total Investasi
Rp. 7.000.000
B. Biaya Tetap
1
Penyusutan kandang (Rp.4.500.000/20)
Rp.    225.000
2
Penyusutan Peralatan (Rp.1.000.000/20)
Rp.       50.000
Total Biaya Tetap
Rp.     275.000
C. Biaya Variabel
1
Biaya bibit/bakalan (30 ekor x Rp.225.000)
Rp.  6.750.000
2
Hijauan pakan ternak (60 hari x 30 ekor x 4kg x Rp.100)
Rp.     720.000
3
Pakan konsentrat (60 hari x 30ekor x 0,250kg x Rp. 1.800)
Rp.  3.150.000
4
Obat-obatan (30 ekor x Rp.5.000,-)
Rp.     150.000
5
Upah Tenaga Kerja (1 orang x Rp. 1.500.000)
Rp.  1.500.000
6
Listrik
Rp.     200.000
7
Air
Rp.     300.000
8
Transport
Rp.     500.000
Total Biaya Variabel
Rp.10.930.000
D. Biaya Total (biaya tetap + biaya variable)
Rp.11.205.000
E. Modal Usaha (biaya investasi + biaya total)
Rp.18.205.000 

2. PENERIMAAN
No
Uraian
Jumlah
1
30 ekor x Rp. 500.000
Rp. 15.000.000
2
Kotoran (pupuk)
Rp.      300.000
Total
Rp. 15.300.000 

3. ANALISA LABA-RUGI
 Keuntungan = Hasil Penerimaan-Biaya Total (15.300.000-11.205.000) = Rp. 4.095.000

4. KEUNTUNGAN BILA DIJUAL DALAM BENTUK KARKAS
 - Tambahan biaya pemotongan (30 ekor x Rp. 25.000,-)                  Rp.       750.000
 - Penerimaan:
   a. nilai karkas (30 ekor x 0,45 x 35kg x Rp.40.000)                      Rp. 18.900.000
   b. kulit dan jeroan (30 ekor x Rp. 100.000)                                   Rp.   3.000.000
   c. nilai kotoran (pupuk)                                                                  Rp.      300.000
                Total                                                                                Rp. 22.200.000

Keuntungan Rp.22.200.000-Rp.750.000-Rp.11.205.000    = Rp.    10.245.000

PENGGMEMUKAN DOMBA



PENDAHULUAN
Cara penggemukan domba sebenarnya tidak sulit. Namun ada beberapa hal
yang harus diperhatikan peternak agar usaha penggemukan ini lebih
menguntungkan.

1. BIBIT
Bibit domba harus sehat dan tidak cacat penampilan fisiknya harus baik,
bulunya harus tampak seperti basah, kakinya tegak dan besar, dan
moncongnya tumpul.
Sebaiknya dipilih domba jantan untuk digemukkan karena pertumbuhannya
lebih cepat dan pada yang betina. Domba jantan itu harus dipilih yang baru
lepas sapih (berumur 6-8 Bulan), giginya masih rapat dan belum tanggal, dan
berat rata-ratanya 20 kg. Misalnya yang umurnya 12 bulan atau sedang
tanggal gigi, biasanya mengaIami masa stress dan bobotnya juga turun,
sehingga menggangu proses penggemukan.
Bibit domba jantan ini juga dipilih yang tidak bertanduk dan sifatnya tenang,
karena domba yang bertanduk mempunyai naluri berkelahi yang tinggi dan
pertumbuhannya cenderung lebih lambat. Pada akhir masa penggemukan,
berat domba bertanduk bisa berbeda 1-2 kg lebih rendah dibandingkan
dengan yang tidak bertanduk: Kerugian lain, domba bertanduk sering
merusak kandang.
Domba yang akan digemukkan ukurannya besar atau kecil tidak jadi
masalah, yang penting harganya murah Pertimbangannya kalau dijual akan
lebih menguntungkan.

2. PENCEGAHAN KESEHATAN
Domba harus juga dijaga dan dirawat kesehatannya sejak awal. Lingkungan
nyapun dihindarkan agar tidak sampai menimbulkan stress. Untuk itu
pengobatan pencegahan perlu dilakukan ketika bibit baru datang, sebelum
dimasukkan kedalam kandang. Biasanya dengan pengobatan sekali itu, bibit
domba yang akan digemukkan tidak terkena penyakit ataupun stress sampai
masa penggemukan berakhir.
Domba yang baru datang harus langsung dicukur bulunya, Agar bibit
penyakit, kutu, dan parasit. lain bisa segera terbasmi.
Dengan pencukuran ini, hasil dari penggemukanpun langsung terlihat mahal,
bila setiap periode penggemukan hasil bulu cukurannya banyak, bisa dijual
untuk menambah penghasilan. Setelah dicukur, domba langsung dimandikan
sampai bersih dari semua kotoran yang melekat hilang. Untuk mencegah
penyakit, domba disuntik antibiotik dari obat cacing. Terakhir, untuk
mencegah stress, bibit domba itu diberi obat anti stress.

3. PENGATURAN PAKAN
Pada tahap awal penggemukan atau penyesuaian, yaitu sejak domba masuk
kandang sampai 7 minggu, pertama, setiap ekor domba per harinya diberi
konsentrat 1,5-2 ons, ampas tahu 7 on dan rumput 3
kg. Caranya pada
pukul 05.00 ampas tahu dan konsentrat diberi lebih dahulu kalau pemberian
keduanya dicampurkan dengan rumput domba akan kurang meminatinya,
karena ia lebih tertarik pada rumput. Rumput baru diberikan pada pukul 09.30
dan diulangi dalam jumlah yang sama pada pukul 15.00.
Air diberikan setiap kali domba selesai diberi pakan rumput jum lahnya tak
terbatas.
Pada hari-hari pertama tahap penyesuaian ini (2-3 hari), domba belum begitu
bernafsu memakannya, karena belum biasa. Akan tetapi, setelah lewat masa
itu, jumlah pakan sebanyak itu akan dihabiskannya.
Sejak minggu ke-2 dan minggu selanjutnya sampai masa penggemukkan
berakhir, waktu dan jumlah pemberian pakannya sama. Hanya saja, jumlah
konsentratnya berubah. Untuk minggu ke-2, konsentrat yang diberikan 2,5-3
ons, minggu ke-3 (umur 15-25 hari) menjadi 4 ons, lulu bertambah menjadi 5
ons sampai panen.

4. PERKANDANGAN
Kandang sistem baterei yang dipergunakan untuk penggemukan ini diisi
seekor domba perkandang. Panjang kandang dibuat 1m, lebar 60 cm, tinggi
60 cm. Satu lokasi ( satu atap) terdiri dari 2 baris kandang yang tidak saling
berhadapan tiap barisnya.
Agar domba mau makan lebih bernafsu, setiap wadah pakan sebaiknya
digunakan untuk 2 domba. Wadah pakan itu diletakan disisi luar dan tidak
saling berhadapan dengan barisan kandang lainnya.
Wadah pakan itu bisa dibuat dari bambu atau bahan lain yang mudah didapat
serta harganya murah. Atapnya dibuat dari alang-alang atau rumbia yang
telah tua, dibuat berkemiringan 45°. Dengan atap rumbia, pada siang hari
kandang tidak terlalu panas dan pada malam harinya menjadi hangat. Kalau
menggunakan atap seng, domba sering stress, karena siangnya terlalu panas
dan malamnya terlalu dingin.

5. WAKTU PAN EN
Hai lain yang ikut menentukan besarnya keuntungan menggemukan domba
cara ini ialah waktu pemeliharaan, Sekalipun pertumbuhannya cepat, namun
pada suatu saat kecepatan pertumbuhannya akan berkurang dan dari segi
ekonomi tidak lagi menguntungkan.
Karena domba sering digemukan sejak lepas sapih, maka waktu
penggemukan yang lebih tepat ialah 45 hari. Kalau masa penggemukkannya
terlalu lama ( misalnya lebih dari 60 hari ), penggemukkan ini akan melewati
masa tanggal gigi yang bisa menurunkan bobot badannya. Selain itu, dengan
waktu penggemukkan hanya 45 hari perputaran uang menjadi lebih cepat
Domba yang sebelumnya berat rata-ratanya 20 kg, setelah 45 hari
penggemukkan bisa mencapai 32 kg. Bila harga daging domba hidup Rp.
10.000,. per kg, maka bisa dihitung berapa keuntungannya.

CARA MEMBUAT KOMPOS



Kompos: adalah pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan dan diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:
100 kg arang sekam berambut
200 kg kotoran hewan
3-5 kg dedak atau bekatul
0,5 kg gula pasir atau gula merah yang dicairkan dengan air
0,5 liter bakteri
Air secukupnya

Cara Pembuatan:
Arang sekam, kotoran hewan, dedak, dan gula dicampur sampai rata dalam wadah yang bersih dan teduh. Jangan terkena hujan dan sinar matahari secara langsung.
Campurkan bakteri ke dalam air kemudian siramkan campuran di atas sambil diaduk sampai rata.
Tutup dengan plastik atau daun-daunan.
Tiap dua hari sekali siram dengan air dan diaduk-aduk.
Dalam 10 (sepuluh) hari kompos sudah jadi.




CARA LAIN MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK

 


Bahan yang diperlukan :
- Tembakau 1 kg
- air 4 liter
- kapur barus 7 butir dihaluskan
Cara pembuatannya :
- Tembakau direndam dalam 4 liter air selama 2 (dua) hari.
- Campurkan kapur barus yang telah dihaluskan.
Cara implementasi :
- Setiap 2 – 3 sendok makan air hasil proses rendaman tembakau dan kapur barus dicampur dengan air biasa 1 liter. – Semprotkan pada tanaman yang terserang hama/penyakit.



CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

Bahan dan Alat:
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat

Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.

Kegunaan:
Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.

CARA MEMBUAT PUPUK HIJAU ORGANIK

Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:
200 kg hijau daun atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri.
200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:
Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.


DAUN SIRSAK UNTUK ATASI THRIPS

Daun Sirsak (Nangka Belanda) ternyata dapat digunakan sebagai bahan pestisida organik untuk mengendalikan Hama Thrips pada tanaman Cabai.
Caranya :
50 – 100 lembar daun sirsak dihaluskan (boleh pake blender) dan dicampur dengan 5 liter air kemudian didiamkan selama sehari semalam, rendaman tersebut kemudian disaring dengan kain.
1 liter hasil saringan dapat dicampurkan dengan 1 tangki semprot ukuran 17 liter, dan gunakan untuk menyemprot tanaman cabe, Thrips pun akan lenyap.
Selamat mencoba.